Sabtu, 07 Desember 2013

Hati


Pagi ini ada hati yang meringkuk
Dingin dan membuatnya mengkerut
Tak lagi hati itu berbentuk cinta
Karena lama tak disinggahi

Terlalu lama ia berjalan
Berpetualang memenuhi sahara kebanggaan
Prestasi, gelar dan kebanggaan
Memenuhi rongga-rongga hati yang dulu masih berbentuk cinta

Kini, setelah hatinya tak berbentuk lagi
Ia ingin membentuknya kembali
Namun, susah payah dibentuk Ia tetap mengkerut
Kecil dan rongga-rongganya tak terisi

Selasa, 19 November 2013

Hanya Sebatas Do'a

Ini bukan sekadar harap yang ku lukis tapi ini sebuah komitmen yang InsyaAllah ku pahat kuat dalam dasar hatiku, sebuah rahasia dalam pemikiran-pemikran elok yang kudesain sendiri. Entah, aku bukan ingin menjadi orang yang sok tahu, tapi kuingat kata seorang teman yang sungguh mengakar kuat sampai ke sel-sel otakku "Yang penting sibukkin memperbaiki diri" . Mungkin it's  simple word tapi sungguh jika mengingat kata itu aku akan segera ingat dan mengenyampingkan hal-hal yang sebenarnya aku sukai. Sebenarnya, keinginan harapanku tidak banyak. Hanya ingin di banggakan ketika kembali terutama oleh yang memegang rohku.
Aku tidak tahu sudah berapa tingkat aku naik atau mungkin bahkan aku turun tingkat. kesombongan memang sungguh kejam, ia membuat usaha yang sudah berpeluh-peluh dilakukan bisa hancur seketika karena keddatangannya.

Rabu, 06 November 2013

Terbang dan Bersayap

Dan aku ingin sesekali terbang, ke awan tinggi
bersayap indah dan membiarkannya terbuka ketika mengagumi
aku juga ingin berenang, di laut lepas
bersama ikan warna-warni nan cantik tersembunyi

Tapi, aku tidak ingin ada orang yang tahu
ketika aku terbang atau berenang
bukannya aku terlalu tertutup
tapi aku ingin bahagia sejenak dengan lepas

Selasa, 05 November 2013

How To Master Your Habits (session 1)

Kemarin gadis pejuang itu pergi sendiri kesebuah pameran buku. Sebenarnya ia meminta beberapa temannya untuk menemani pergi kali ini. tapi karena mereka mempunyai agenda masing-masing jadi ya sudahlah, tak perlu ada yang dipaksakan. Pergi sendiri bukanlah hal yang buruk. di halte sebuah kampus ia menunggu bis AC yang akan langsung menuju tempat pameran. sebenarnya, kalau ada teman pasti ia memilih metromini yang lebih murah dibanding bis AC itu. 
Selama perjalanan ia berdiri dengan gelisah. kakinya sakit karena tadi malam mengikuti pawai obor untuk menyambut 1 muharram 1435H. namun, ia tetap memandang lurus kedepan dan memasang wajah penuh semangat untuk menguatkan diri.
Akhirnya, perjalanan sekitar satu jam mengantarkan dia pada pameran tersebut. Bertempat di Gelora Bung Karno ia segera memasuki pameran tersebut. karena sudah pukul 12.30 maka ia memutuskan untuk segaera sholat dzuhur dan kemudian ketujuan utamanya. Setelah sholat selesai ia segera menuju panggung utama yang ternyata sudah sesak dengan para pengunjung yang sedang mendengarkan Ust. Felix Siauw berbagi ilmu. 

Senin, 28 Oktober 2013

Benarkah, kita Manusia Sempurna?

Kita sudah melewati ribuan hari hingga puluhan tahun. Namun secara sadar mungkin kita menjalani hidup ini baru satu atau dua tahun. 
Saya sangat senang ketika SMA dulu melihat orang-orang yang sadar akan pentingnya tanggung jawab dalam kehidupannya. Mereka sadar kepada Tuhannya, sadar pada keluarganya, sadar pada sahabatnya, dan sadar pada sekitarnya. Waktu itu saya coba ikut-ikutan. Karena basic agama saya sangatlah minim, maka saya mengambil contoh dari kakak-kakak senior. Mulai dari nanya-nanya tentang agama sampai berusaha tahu aktivitas sehari-hari. Waktu itu, saya benar-benar menyontek apa saja yang dijalaninya seharian. Ternyata cukup sulit, karena yang saya jadikan tempat mencontek adalah orang yang “Subhanallah” berusaha mengisi hari-harinya dengan sebaik-baiknya. Akhirnya waktu itu saya belajar mendaftar apa saja yang besok akan dilakukan, dari hal kecil sampai hal besar. Namun, itu juga belum menjadikan saya konsisten. Padahal jujur, saya yakin sekali kalau saya konsisten mengisi hidup saya dengan hal-hal yang berguna maka saya akan SUKSES. Satu perkara yang tidak boleh diremehkan dan sangat saya percaya sebagai pamungkasnya kunci sukses adalah “ADAB KITA TERHADAP ALLAH”.