Sabtu, 07 Desember 2013

Hati


Pagi ini ada hati yang meringkuk
Dingin dan membuatnya mengkerut
Tak lagi hati itu berbentuk cinta
Karena lama tak disinggahi

Terlalu lama ia berjalan
Berpetualang memenuhi sahara kebanggaan
Prestasi, gelar dan kebanggaan
Memenuhi rongga-rongga hati yang dulu masih berbentuk cinta

Kini, setelah hatinya tak berbentuk lagi
Ia ingin membentuknya kembali
Namun, susah payah dibentuk Ia tetap mengkerut
Kecil dan rongga-rongganya tak terisi


Suatu hari, ketika duduk ditaman pustaka
Dengan mengenggam hati yang mengkerut tadi
Ia melihat hati seorang yang dipegang erat
Dengan rongga-rongga penuh cinta

Akhirnya, runtuhlah gerbang ke-aku-annya
Di bawah pohon cemara pustaka itu
Hatinya membentuk sendiri
Tak perlu dipaksa hingga sakit

Begitu susah mendekati
Begitu susah bertanya
Begitu takut tersakiti
Begitu takut harapannya

Namun, ya sudahlah
Kini hatinya telah menemukan rumus sendiri
Agar tak mengkerut dan kosong
Agar tak kecil dan sepi

Rumus itu adalah cinta
Tapi, tolong jangan langsung artikan itu cinta biasa
Karena baginya cinta itu berbeda
Cinta baginya adalah kemampuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar