Indonesia
dengan berbagai kekayaan yang di milikinya sebenarnya mampu berdiri tegak
sendiri. Hubungan dengan negara lain seharusnya hanyalah sebatas pengembangan
dan peningkatan kualitas hidup Indonesia bukan malah menjadi medan eksploitasi
negara lain untuk mencari keuntungan. Namun kita masih ciut untuk mempercayai
seutuhnya hal ini. Termasuk para lulusan terbaik yang menyandang gelar sarjana.
Untuk tahun
ini saja BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat jumlah pengangguran sarjana atau
lulusan universitas pada Februari 2013 mencapai 360 ribu orang, atau 5,04% dari
total pengangguran yang mencapai 7,2 juta orang. Ini menjadi pertanyaan, kemana
hasil dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya pengabdian
masyarakat. Jika setiap Mahasisiwa yang lulus sadar benar arti pengabdian
masyarakat mungkin tingkat pengangguran Indonesia akan menurun drastis.
Sekarang kita
lihat dari sektor pendidikan Indonesia. Jumlah lulusan Sarjana Pendidikan
Indonesia sangat banyak. Namun ketimpangan jumlah guru yang mengajar di daerah
kota dengan daerah terpencil sangatlah terlihat. Hampir semua lulusan
universitas ini mendambakan menjadi PNS di kota dengan gaji yang tinggi. Mereka
kurang sadar bahwa ilmu yang mereka dapat haruslah lebih di utamakan untuk
pengabdian kepada masyarakat. Ini menjadi salah satu hal yang yang difikirkan
bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat luas. Kita masih ingat bahwa
dulu Malaysia yang belajar dari kita, banyak guru-guru yang dikirim untuk
menjadi pengajar di sana. Namun sekarang, pendidikan Malaysia lebih maju dari
Indonesia.
Begitupun
dengan sektor pertanian. Indonesia punya banyak lulusan sarjana pertanian.Kalau
saja ilmu mereka di abdikan dalam masyarakat, pertanian Indonesia pastilah
meningkat. Para petani tidak bingung ketika dibanjiri hasil tani impor dari
negara-negara lain karena kualitas hasil tani kita baik. Apalagi pertanian
adalah salah satu sumber daya alam paling berpotensi di Indonesia. Kalau ini
disadari dengan sepenuhnya kita harus yakin Indonesia tak perlu lagi mengimpor
hasil tani dari negara lain bahkan kita yang mengekspor.
Maka dari itu
pemerintah perlu menggairahkan kembali semangat pengabdian masyarakat oleh
orang-orang terdidik. Indonesia punya banyak lulusan pendidikan dan ini aman
untuk peningkatan kualitas pendidikan setidaknya untuk pemerataan jumlah guru
di seluruh Indonesia.
Perlu
digiatkan kembali pegabdian masyarakat pada mahasiswa sejak dini sehingga
ketika menjadi wisudawan mereka sudah berfikir untuk mengaplikasikan ilmunya
untuk masyarakat. Mahasiswa akan dengan sendirinya menyadari perlunya membangun
negeri. Kesadaran mahasiswa ini harus ditunjang oleh Pemerintah. Salah satunya
adalah apresiasi terhadap para pengabdi yang dengan rela mengabdikan dirinya
pada daerah-daerah terpencil. Pemerintah harus benar-benar mengapresiasi hal
ini karena seperti kita tahu orang-orang pintar di Indonesia kurang diapresiasi
yang akhirnya mereka pergi ke negara lain yang lebih mengapresiasi ilmunya.
Selain dengan
penghargaan terhadap para pengabdi masyarakat tadi, pemerintah diharapkan dapat
memudahkan akses pendidikan bagi semua alangan masyarakat. Karena seperti kita
tahu banyak anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih
tinggi hanya karena alasan biaya. Namun, pemerintah diharap agar ketika
memberikan apresiasi
Semangat
pengabdian masyarakat ini harus disadari dan diaplikasikan terus menerus. Agar
semua sektor di Indonesia bisa lebih maju dan berkualitas. Sehingga ketika ada
kekurangan dan masalah krusial yang terjadi di Indonesia, pertanyaan “Kemana Sajakah
Sarjana Indonesia?”tidak ada lagi.
_Isma Rania 10/12/2013 @14.37 di Ruang Cahaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar