Selasa, 07 Oktober 2014

Kata-kata Bijak Imam Ghazali

Tentunya rekan-rekan pembaca tau atau bahkan sangat dekat dengan tulisan-tulisan beliau atau kata-kata bijak yang lahir dari pemikirannya. Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah. Ia digelar Hujjatul Islam karena kemampuannya tersebut. Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. Ia berjaya menguasai pelbagai bidang ilmu pengetahuan. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari ilmu pengetahuan. Sebelum beliau memulai pengembaraan, beliau telah mempelajari karya ahli sufi ternama seperti al-Junaid Sabili dan Bayazid Busthami. Imam al-Ghazali telah mengembara selama 10 tahun. Ia telah mengunjungi tempat-tempat suci di daerah Islam yang luas seperti Mekkah, Madinah, Jerusalem, dan Mesir. Ia terkenal sebagai ahli filsafat Islam yang telah mengharumkan nama ulama di Eropa melalui hasil karyanya yang sangat bermutu tinggi. Sejak kecil lagi beliau telah dididik dengan akhlak yang mulia. Hal ini menyebabkan beliau benci kepada sifat riya, megah, sombong, takabur, dan sifat-sifat tercela yang lain. Ia sangat kuat beribadat, wara', zuhud, dan tidak gemar kepada kemewahan, kepalsuan, kemegahan dan mencari sesuatu untuk mendapat ridha Allah SWT.
Adapun kata-kata bijak dari Imam Al Ghazali adalah sebagai berikut :

Selasa, 16 September 2014

Mengumpulkan kembali mimpi-mimpi yang terserak

kehidupan terus berjalan. yang menjadi pilihan adalah mau menjadi apa hidup ini?. mau statis/begini-begini saja? atau bergerak menjadi orang yang luar biasa. tentunya luar biasa dalam pandangan Allah bukan hanya pandangan manusia. setiap detik yang berlalu tersembul cita-cita yang membuat bulu kuduk berdiri, alis mata terangkat, darah menjadi panas dan pikiran yang terus berimajinasi. cita-cita itu adalah Menjadi Muslim yang Kuat. Menjadi Muslim yang Tangguh. yaa bagiku itu cita-cita tertinggi. mengapa itu menjadi pilihanku? karena bagiku cita-cita itulah yang membuat aku bersemangat menjadi orang yang cerdas, terus belajar dengan giat karena akhirnya aku tersadar hakekat menjadi muslim yang kuat tidaklah mudah. karena didalamnya terkandung suatu semangat pembuktian bahwa Allah adalah tujuan hidupku.

Rabu, 16 April 2014

Kemana Sarjana Indonesia????



Indonesia dengan berbagai kekayaan yang di milikinya sebenarnya mampu berdiri tegak sendiri. Hubungan dengan negara lain seharusnya hanyalah sebatas pengembangan dan peningkatan kualitas hidup Indonesia bukan malah menjadi medan eksploitasi negara lain untuk mencari keuntungan. Namun kita masih ciut untuk mempercayai seutuhnya hal ini. Termasuk para lulusan terbaik yang menyandang gelar sarjana.
Untuk tahun ini saja BPS (Badan Pusat Statistik) mencatat jumlah pengangguran sarjana atau lulusan universitas pada Februari 2013 mencapai 360 ribu orang, atau 5,04% dari total pengangguran yang mencapai 7,2 juta orang. Ini menjadi pertanyaan, kemana hasil dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya pengabdian masyarakat. Jika setiap Mahasisiwa yang lulus sadar benar arti pengabdian masyarakat mungkin tingkat pengangguran Indonesia akan menurun drastis.

Rabu, 08 Januari 2014

Buat apa sekolah?


Siapa yang pernah menonton 3 idiots? Banyak. Siapa yang suka film itu? Banyak yg suka. Tetapi siapa yg sebenarnya mengambil pelajaran paling cemerlang dari film itu? Entahlah, siapa yg mengambil manfaatnya.

Ada ibu-ibu dengan anak gadis yang siap menikah. Menonton 3 idiots, ibu-ibu ini sampai menangis. Tapi saat anaknya bilang mau menikah, dan hanya akan jadi ibu rumah tangga saja, ibu-ibu langsung bergegas bilang, "nggak boleh. enak saja sy sekolahkan tinggi2, hanya untuk jadi ibu rumah tangga!" Lihatlah, jawaban itu menunjukkan sama sekali tidak berbekas pemahaman yang datang dari film barusan ditontonnya.

Kita ini sekolah tinggi2 buat apa sih? Buat nyari pekerjaan keren? Buat jadi pegawai? PNS? Buat nyari rezeki? Keliru kalau jawabannya iya. Saya membuka kitab-kitab, membaca buku-buku tua, menelusuri kesemua hal, tidak ada satupun nasehat yang bilang: sekolahlah tinggi2, agar besok bisa jadi pejabat, kaya raya, dan berbagai ukuran duniawi lainnya, dsbgnya, dsbgnya. Apalagi kalau membuka kitab yg tidak penah keliru: Al Qur'an, juga merujuk nasehat yg tidak akan salah: riwayat Rasul, seruan untuk belajar, tidak ada rumusnya dengan ukuran duniawi.

Pesan Hikmah

Pesan Lukman Al-Hakim

Dalam hidupku, aku memilih 8 kalimat dari para nabi, yaitu:

1. Apabila engkau sedang shalat jagalah baik-baik pikiranmu
2. Apabila engkau berada di rumah orang lain jagalah pandanganmu
3. Apabila berada di majelis jagalah lidahmu
4. Apabila hadir dalam jamuan makan jagalah perangaimu
5. Ingat kepada Allah
6. Lupakan budi baikmu pada orang lain
7. Lupakan kesalahan orang lain terhadapmu
8. Ingat mati

_Semoga kita termasuk orang yang beruntung dan terus memperbaiki diri ^_^